Jumat, 25 Mei 2012

TUGAS MIKPANG

1. Hurdle effect (efek dari mikroba)
Jawab :

Setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan.
Peranan yang Merugikan
• Penyebab penyakit, baik pada manusia, hewan maupun tumbuhan
Misalnya Strptococcus pneumoniae penyebab pneumonia dan Corynebacterium diphtheriae penyebab dipteri.
• Penyebab kebusukan makanan (spoilage). Adanya kebusukan pada makanan dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang tumbuh dalam makanan tersebut. Beberapa di antara mikroorganisme dapat mengubah rasa beserta aroma dari makanan sehingga dianggap merupakan mikroorganisme pembusuk. Dalam pembusukan daging, mikroorganisme yang menghasilkan enzim proteolitik mampu merombak protein-protein. Pada proses pembusukan sayur dan buah, mikroorganisme pektinolitik mampu merombak bahan-bahan yang mengandung pektin yang terdapat pada dinding sel tumbuhan.
Mikroorganisme seperti bakteri, khamir (yeast) dan kapang (mould) dapat menyebabkan bau, tekstur atau rasa suatu makanan.
Peranan yang Menguntungkan
Banyak manfaat yang dapat diambil dari mikroorganisme-mikroorganisme. Penggunaan mikroorganisme dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti bidang pertanian, kesehatan, dan lingkungan. Beberapa manfaat yang dapat diambil antara lain sebagai berikut:
Bidang pertanian. Dalam bidang pertanian, mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan kesuburan tanah melalui fiksasi N2, siklus nutrien, dan peternakan hewan. Hal menguntungkan lainnya yaitu digunakan pada makanan seperti makanan yang di fermentasi keju, tape, tempe, yogurt, dll. (http://helmisyaprilis.blogspot.com/2010/04/taksonomi-mikroba.html)

2. mikroba pada tanaman atau hewan yang sering terbawa serta spesiesnya
jawab :


Mikroba pada tanaman atau hewan:
1. Jamur
Jamur Phytium Sp. yang bisa mengakibatkan penyakit busuk pada akar, di mana tanaman yang tergenang air terlalu lama menyebabkan akar menjadi busuk, daun menjadi pucat, layu, lalu mati membusuk. Jamur lainnya adalah Fusarium oxysporium yang merupakan penyebab penyakit busuk pada tangkai. Tanaman yang terserang jamur ini akan memucat tulang daunnya sampai berubah menjadi cokelat keabu-abuan. Tak lama kemudian tangkai akan layu dan membusuk. Berikutnya adalah penyakit bercak daun yang disebabkan oleh jamur Botrytis Sp. Daun tanaman yang terserang akan terlihat bercak-bercak. Dalam waktu singkat bercak tersebut akan menyebar ke seluruh daun dan akhirnya membusukkan tanaman. Agar tanaman tidak terkena serangan jamur maka lindungilah dengan fungisida.
2. Bakteri
Agrobacterium tumefaciens adalah bakteri yang menyebabkan penyakit crown gall atau bengkak pada pangkal batang, akar, dan ranting pada tanaman gandum, anggur, dan mawar. Sedangkan bakteri Agrobacterium rhizogenes adalah penyebab penyakit akar berambut (hairy roots). Bakteri Agrobacterium rubi penyebab penyakit bengkak pada batang, dahan, daun dan bunga tanaman oleander. Bakteri Erwinia coratovora adalah penyebab penyakit layu pada tanaman terutama di daerah subtropis dan tropis. Bakteri ini termasuk ganas, karena mampu merusak tanaman dalam waktu singkat. Serangannya dapat menyebabkan melunaknya daun dan batang pada tanaman disertai perubahan warna menjadi cokelat sambil mengeluarkan bau busuk. Sedangkan bagian tanaman yang terserang akan mengeluarkan lendir putih, kental dan lengket.
3. Virus
Virus Citrus triseza adalah penyebab penyakit trizteza pada jeruk. Gejalanya adalah terjadinya penghambatan pertumbuhan atau kekerdilan tanaman jeruk. Adanya relung memanjang pada batang, daun sedikit dan memucat, pohon jeruk kerdil dan berbuah sedikit. Peanut mottle virus adalah penyebab penyakit belang pada tanaman kacang dengan gejala berupa belang-belang pada daun, ibu tulang daun cenderung lebih hjau sedangkan bagian lain agak kekuningan. Virus ini dapat menular melalui cairan perasan atau pergesekan antardaun. Tobacco mosaic virus adalah penyakit mosaik pada tanaman tembakau. Gejalanya adalah adanya belang-belang mosaik antara hijau gelap dan hijau terang pada permukaan daun disertai perubahan permukaan daun menjadi bergelombang. Virus Tomato spotted wilt adalah penyebab penyakit layu berbintik pada tomat. Gejalanya adalah timbulnya bercak berwarna perunggu pada permukaan atas daun disusul menggulungnya daun ke arah bawah. Setelah itu akan muncul bintik nekrosis yang menjalar ke tangkai daun dan batang. (http://www.anneahira.com/penyakit-tanaman.htm).

3. spoilage
jawab :
spoilage adalah bakteri pembusuk yang akan menurunkan rasa misalnya pada buah-buhanan dan sayuran.
Selama berabad-abad, manusia telah mencoba untuk membuat makanan bertahan lebih lama daripada yang seharusnya. Metode pelestarian termasuk membungkus makanan di daun dari mengandung bahan tertentu daripada bisa menunda pembusukan nya, menambahkan gula dan rempah-rempah untuk menghasilkan pengawet stroberi atau blueberry kami tersebar di roti kami setiap hari, dan menggunakan bahan kimia seperti asam asetat dan kalsium.
Bentuk pelestarian terbaru, bagaimanapun, adalah agak kurang populer belum cukup umum digunakan. Metode ini menggunakan teknik radiasi pengion untuk menunda pemasakan buah, mengurangi parasit, infestasi kontrol serangga dan mengurangi sumber lain pembusukan. Jumlah energi radiasi yang digunakan tergantung pada jenis makanan satu keinginan untuk melestarikan. Dosis tertinggi, misalnya, digunakan untuk mensterilkan makanan rumah sakit.
Sekarang 'radiasi' istilah biasanya mengintimidasi kebanyakan orang. Gambar perang nuklir dan penyakit pasti flash dalam pikiran orang ketika mendengar istilah tersebut. Namun, sampai saat ini, studi menunjukkan bahwa makanan Iradiasi aman untuk dikonsumsi. tingkat radiasi yang digunakan dalam proses pengawetan cukup rendah dan rasa asli dan elemen bergizi dari makanan juga cukup baik, um, diawetkan (http://www.sendokgarpu.com/articles/food-irradiation--spoilage-is-ions-away/10/) by : Dina Indrasafitri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PANGAN FUNGSIONAL

PANGAN FUNGSIONAL OLEH : NAMA : AMRIDA AKKAS NIM : G311 09 275 1. Jelaskan terbentuknya radikala bebas dari makanan yang ...